Friday, October 5, 2012

Dear all..


friends, followers, or anyone who read this post (I don’t know maybe you stumbled on my blog and found this).
I’m gonna make it simple and short, and I really NEED to say this:
EVERY HUMAN BEING HAS PROBLEMS. EVERY SINGLE PERSON. IT MEANS THEY’RE NORMAL. SO ARE YOU. AND EVERYONE HAS A RIGHT TO SHARE AND ASK FOR HELP. PLEASE DO SHARE! TO ANYONE YOU TRUST. PLEASE DO ASK FOR HELP IF YOU NEED IT. AND IF YOU BELIEVE IN PRAYERS, PLEASE DO PRAY. THERE ARE SO MANY WAY TO END YOUR PROBLEMS. BUT THERE ARE TOO MANY WAYS TO FACE IT AND SOLVE IT. I WON’T KEEP SAYING: “STAY STRONG”. BECAUSE I KNOW, SOMETIMES YOU’RE NOT THAT STRONG. THAT’S WHY YOU NEED HELP. 
I write this because personally I still DO believe in happy endings. As cliche as it may sound, but I really do. No one’s really know how happy ending feels like because they’ll have their own version. Maybe no one really realize that they have finally had their happy ending because they’re still struggling and fighting for it,  through pain and PROBLEMS, with HELPS from others, and of course in their PRAYERS.

Sunday, May 27, 2012



I can't believe I wrote this years ago. I see it as a conversation though.

Thursday, April 26, 2012

Aku bukan pelangi yang melingkari bumi 
dengan warna-warni 
Aku tidak semeriah ceria kembang api 
Aku lemah, tapi tak ingin patah 
Aku adalah dunia 
dengan rupaku seadanya 
Aku tidak sempurna, tidak mengiba 
Aku tidak tunduk, tidak takluk, tidak takut, 
hanya berusaha taat menurut 
Aku dengan semampu sekuatku 
menjadi perempuan sederhana yang aku. 


20081102 11:55

Saturday, February 4, 2012

Sahabat

Sahabat…
Di sela-sela jariku
ada harapan besar
Di antara detik yang kita lalui
ada detik yang memaknai
Pada dinding jiwa ini
merekat gema hati

Sahabat…
Aku tidak mau berdusta
agar engkau terpuja
Berharap kau mengerti
makna persahabatan
Bukan persahabatan
yang dimaknai dunia
Tapi persahabatan
yang kita maknai bersama

Sahabat…
Tunjukkan padaku garangnya dunia
Dorong aku menuntun hasrat
Sadarkan aku lembutnya cinta

Sayang Sahabat….
Dunia ini terlalu matang untuk kita
Cinta-cinta telah disimbolkan
Cagar-cagar hati menggeliat ke kerapuhan
Raja men-dewa-kan diri
Bahkan pengemis moral
tinggal di nirwana
Sayang Sahabat…
Manusia tak lagi bernaluri
atas persahabatan
Sedangkan kita masih berjuang
atas nama persahabatan
atas dunia kita.


030505/11.15

Sunday, December 18, 2011

hope and gratitude

Ketika ada harapan kita yang Allah tunda untuk terwujud,
bersyukurlah...

Allah memberi kesempatan kita mendahulukan kepentingan lain yang sesungguhnya akan memudahkan kita.

Ketika ada keinginan kita yang Allah tunda utk terpenuhi,
bergembiralah...

Allah akan memberikan nikmat yang sesungguhnya kita butuhkan,
meskipun kadang kita tidak menyadarinya..


18 Des. 2011
20:25 WIB

Tuesday, November 1, 2011

embrace the air


So this is how I spent today’s rainy afternoon.

Enjoying the cool breeze from the terrace, deeply inhaled the smell of rain, smell of wet soil. Typing some stuffs while listening to Tablo’s “Bad” and “Tomorrow”, replayed over and over again.

Saturday, October 8, 2011

I feel so pathetic, you just haven’t heard it all

You might have been in this kind of state.

When you know you did something wrong. You realized what you’ve done and regret it. You’ve said your apology. You’re struggling to make it better, yet people still accusing you for the worst thing you never did, not even crossed your mind.

Well, I’ve been there a lot, like a lot. It breaks my heart into pieces. But I have the urge to write this after the recent one.

One thing that really crossed my mind was: To all the people who wasting time imagining things I never did, You’ll regret reading this thought of mine. Because when you find it, I’m about to bid a goodbye. Hellyeah. I was thinking that as the best ending for your suspicions. But I guess, that kind of farewell is too good to you. What if I’ll just stand here, proudly wipe my unshed tears, smiling widely while keep doing my responsibility, smirking while chasing my own happiness, my dreams.

I fully understand that disappointment leads to anger. I fully regret, but that’s not a reason for you to forgive. I say sorry, but when you find It’s easy to forgive, you won’t easily forget. I do understand, I really do.

There’s thing you should think over and over again. I’m one of those ordinary people. Maybe you’re one of ‘em too.

“My life is double sided, just like yours.”

I make mistakes. People make mistakes. It could be me, it could be you, it could be a person close to you, it could be anyone. It’s just how they’re gonna face it. So..

People, please let alone my wrong doing in the past. Just let me make it up to you, to All of you. Even it’s hard, even it’ll take a long time, I’m willing to burden my self to make it true. Even when you’re shifting on your seat, I’ll keep on my track. Even when you’re no longer there to wait for me because you’re losing intention to see the result, losing appetite to watch my struggle, tired of waiting to see my breakdown only to find my hardiness enduring everything. I’ll keep on my track. I’ll keep fixing things, while pursuing my dreams..

That’s the way I face it.

“Keep that in mind, I designed this rhyme. To remind myself how I tried so hard.”




Ps: yeah, I’m listening these songs and mentally cursing and weeping while writing/typing. well, Linkin’ Park - What I’ve Done, Linkin’ Park - In The End.

Wednesday, October 5, 2011

It’s really painful when you really love someone only to find out that both of you need each other but close enough to hurt each other at the same time. You want to keep a distance for awhile, at least to compose yourself. But you’re too afraid to take a step because you know you’re such a buffer for him/her and he/she needs you as a buffer too, for at least not to hurt someone else. Both of you are the one who bear with the pain each other brings and you two also heal each other.

And it really hurts …

Maybe you feel it too. Maybe in your love-life, family, friendship, even with your foe.

Do you?

Tuesday, September 20, 2011

SUATU HARI SAYA MIMPI MONSTER.

Suatu malam yang biasa di hari yang biasa di tempat biasa, saya tidur dengan biasa. Lalu saya bermimpi dengan alur cerita dan tokoh-tokoh yang luar biasa. Mimpi yang tidak akan saya lupa, karena mengingatkan saya pada masa kejayaan POWER RANGER. Pasukan berkostum ketat warna-warni dan jam tangan yang EPIC itu. Pasukan yang membasmi monster-monster berbentuk aneh, keriput berlebih, warna gradasi, mengeluarkan cairan hijau bikin gatal, dan bisa meledak kalau mati. (padahal bayangan saya isi tubuh mereka cairan ijo itu, kok njeblug koyo bar konslet ngono?)
Okelah. Bisa bayangkan ya MONSTER semacam itu yang selalu muncul di benak saya begitu mendengar kata MONSTER. (bahkan denger julukan fans Lady Gaga 'Lil Monster, saya tetep mikir Monster yang sama, dengan ukuran lebih kecil)

Tapi di mimpi saya ini, 'My Monster' is really something.. (artinya : Monster saya ini sesuatu banget...)

Begini ceritanya :
Suatu malam yang biasa, saya belanja di supermarket. Habis belanja saya mau pulang lalu jalan menuju lift. Di depan lift saya ketemu temen. Jadilah saya ngobrol sama temen sambil nunggu lift. Tiba-tiba semua orang di supermarket itu teriak-teriak heboh. Puluhan orang lari menuju tangga darurat, meninggalkan area supermarket, sambil teriak-teriak nggak jelas dan tergagap-gagap. Pokoknya saya dan temen saya saat itu menyimpulkan bahwa 'Ada monster pembasmi manusia masuk ke gedung ini dan kita harus segera keluar tapi jangan pakai lift.'

MONSTER! Makhluk yang diledakkan Power Ranger itu!

Dengan pikiran seperti itu saya dan temen saya lari ke tangga darurat. Dan di tangga darurat terjadilah adegan menegangkan layaknya film action, puluhan orang lari bergandengan tangan, muka ketakutan, keringetan, dan semua dalam SLOOOOW MOOOOTIOOOONNNN..
Temen saya lari duluan turun lewat tangga itu, cari jalan buat saya, dan kayanya sih sok-sok mau melindungi gitu. Eh nggak taunya dia dibasmi oleh Monster begitu sampe lantai bawah. Begitu sadar temen saya dibasmi, saya mikir 'Saya harus ke rooftop, karena itu satu-satunya area terbuka yang paling dekat dari lantai tempat saya sekarang.'.
Sampai di rooftop, udah banyak orang yang pada berlindung, berdesak-desakan, mikirin dirinya sendiri-sendiri dan juga pasangannya mungkin. Sementara saya udah kehilangan temen, sendirian, dan kehabisan tempat berlindung.

Ternyata si monster sampai di rooftop dalam waktu yang singkat. Saya rasa dia nggak napak tanah. Saya masih berusaha ikut berdesak-desakan biar dapet tempat berlindung, tapi masih sempat melirik ke arah si monster, yang ternyata berwujud pria tinggi pakai mantel hitam panjang. Tiba-tiba dia mendekat ke saya dan orang-orang yang berdesakan sama saya tadi. Kami semua teriak-teriak sambil nunduk dengan tujuan agar tidak terbasmi duluan. (Cerdas!)

Sambil nunduk, saya liat ada botol-botol kaca di tumpukan sampah. Dengan sigap dan penuh energi Milo, saya ambil botol-botol itu terus saya lempar-lemparin ke si Monster gagah itu. Maksudnya biar dia jera atau mati gitu. (eh barusan saya bilang gagah apa ganteng ya? Eh pokoknya dia MONSTER.)

Eh si monster kaya nggak terpengaruh gitu, malah ngliatin. Ya namanya monster ala Power Ranger nggak gampang mati, pikir saya. Ini cuma beda wujud aja, pasti wujud aslinya sangat tidak mengasyikkan.

Tak disangka dia malah makin maju deketin saya, saya mundur-mundur sambil acungin botol. (harusnya botolnya udah saya pecahin ya bawahnya,seinget saya yang saya acungin botol utuh. Nggak action abis!)

Eh dia tambah maju. Lalu seketika si monster berhenti, mata di balik kacamata hitamnya itu menatap saya dalam-dalam, kemudian bibirnya berucap,








'Kamu ya yang berani ngelawan saya. Kamu yang saya pilih. Saya suka sama kamu.'












Speechless.

Dan saya bangun.




Dua hari setelahnya saya dengan polosnya cerita ke sahabat saya, Asna, tentang mimpi ini, lewat YM. Balesan YM-nya pertama kali setelah saya selesai cerita adalah : “*ngakak koprol*”. Seriously, saya nggak bisa praktekin ngakak koprol itu, tapi kalau Anda sedang melakukannya sekarang, tolong direkam ya, saya mau liat. Puhleaasee..

Saturday, July 23, 2011

July 23rd


Ada dua hal penting yang menurut saya patut disyukuri pada 23 Juli setiap tahunnya, salah satunya Hari Anak Nasional. Hey, Anak Indonesia yang Luar Biasa, Selamat Hari Anak Nasional !!! Hal yang kedua akan Anda temukan setelah duduk manis dan selesai membaca. Eh Anda sudah tahu ya hal kedua itu apa? Mmm.. tapi menurut saya Anda belum tahu banyak. Jadi bertahanlah dan teruskan membaca.. :D

Pertama dan terakhir kali saya merayakan Hari Anak Nasional secara meriah sudah belasan tahun lalu, masih sebagai anak-anak. Lingkungan tempat tinggal saya kala itu merayakan hari anak nasional layaknya Hari Kemerdekaan Indonesia dengan berbagai acara yang mirip 17-an. Setelah itu, masih sebagai anak-anak pula, saya menikmati hari anak nasional dengan makan bersama keluarga dan menikmati acara TV yang begitu memanjakan mata dengan kartun dan film petualangan anak.

Menginjak remaja, saya mulai menerima bingkisan dari teman-teman kemudian mentraktir mereka makan sebagai syukuran sederhana. Hari anak nasional ke 17 versi saya, tepat saat saya SMA. Seisi kelas menyanyi bersama untuk memberi selamat dan memberi saya bingkisan yang cukup besar dan PINK. It always reminds me how great 3IPA5 was, everytime I see this huge-pink-fluffy duck. Saat kuliah, beberapa sahabat saya sejak SMA datang ke rumah memberi kejutan. Tahun berikutnya sahabat saya, kali ini sahabat sejak kuliah, juga memberi kejutan. Saya sedang sakit hari itu dan mereka berhasil membuat saya sangat terharu.

Tahun lalu, 23 Juli bertepatan saat saya sedang menjalankan KKN. 22 Juli malam sekitar pukul 9 lewat kami bersama warga setempat bekerja bakti memperbaiki jalan di depan posko, dengan cara menata batu-batu besar dan kecil, menjadi landasan yang cukup rata dan kuat. It was 10 PM, dark and windy. Setelah selesai kami kembali ke posko dan melanjutkan kebiasaan ngobrol malam kami. Tiba-tiba teman-teman seunit saya menghampiri saya dengan kue dan lilin, tepat jam 12 malam. Mereka juga sukses besar membuat saya terharu. But I couldn’t cry right then and there, and no I would not. They gave me surprise and were taking pictures of that used-to-be-beautiful moment while a black “pore-pack” still sticking on my nose when I blew the candles. Itu baru namanya kejutan, pada saat tidak terduga karena saat itu saya berniat melepas plester itu lalu pergi tidur, tapi Ta-daa..here comes the cake and the candles and the flashing camera.

23 Juli hmm.. tanggal kelahiran saya yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional Indonesia.. Hari yang sangat saya syukuri karena maknanya bagi saya. Esensi hari kelahiran tentunya dipahami banyak orang dengan pandangannya masing-masing. It will take more than 5 paragraphs to describe mine, so I’ll make it simple. Hari kelahiran berarti saya mulai merasakan dan dirasakan dunia ini sehingga ketika tanggalnya berulang setiap tahunnya saya menyadari betapa hebatnya anugrah kehidupan setelah Tuhan memberi saya kesempatan setahun berikutnya, setahun berikutnya lagi dan seterusnya. Juga karena kehadiran orang-orang mengagumkan di hari-hari saya. Karena betapa bermaknanya mereka bagi saya. Bukan karena perayaan, kejutan atau bingkisannya. Tapi keberadaan orang-orang itu pada hari istimewa ini. Kami berbagi kebahagian dan bersama-sama bersyukur pada hari itu.

Bagaimana dengan 23 Juli 2011? Saat saya mulai menulis ini kita sedang menuju pergantian hari menyambut 23 Juli 2011. Saat-saat seperti inilah yang membuat pengalaman-pengalaman setahun kemarin terlintas di otak saya. Pengalaman di antara 23 Juli tahun lalu dan tahun ini..

Saya memulai proses penyusunan skripsi yang bagi saya cukup terhambat dan lambat karena diri saya sendiri. Proses belajar membuat penelitian ini menyenangkan. Saya terlalu menghargai proses sehingga hasilnya belum kunjung saya capai. Silakan menganggap pernyataan ini pengakuan ataupun satir. Kenyataannya memang skripsi ini belum utuh terwujud. Jadi sebelum hasilnya benar-benar saya wujudkan, saya tidak banyak membahas skripsi di sini. Singkatnya, saya masih dalam proses pengerjaan, ehm, Alat Ukur Psikologi sekarang --bulan terakhir semester kedua pengerjaan skripsi. Dan saya masih terus mendorong dan menyemangati diri sendiri untuk segera membuat skripsi ini utuh. Terimakasih untuk doa dan semangatnya untuk saya, jika sempat terlintas di benak Anda yang sedang membaca.

Saya menjalani magang sebagai asisten biro psikologi kampus dengan kontrak satu tahun. Sampai saat ini hampir sembilan bulan saya belajar di biro psikologi itu. Belajar. Bukan bekerja. Bukan praktek kerja lapangan. Bukan kerja sambilan. Itu menurut saya. Karena yang banyak saya lakukan adalah belajar berbagai hal baru dengan menerapkan ilmu dari kelas kuliah, langsung pada tugas yang saya dapat. Belajar. Karena saya masih melakukan kesalahan dan masih terus memperbaikinya. Belajar. Selain karena saya masih mahasiswa –karena skripsinya belum selesai, sehingga masih berstatus mahasiswa—juga karena saya merasa masih muda, cukup muda untuk terus belajar dengan banyak bertanya, berinisiatif, berdebat, sampai melakukan kesalahan, merasa bersalah dan mengakuinya pada semua orang, namun terus menempa diri untuk terus mengatasi dan memperbaikinya. Belajar. Karena saya menjalankan tugas bersama sebuah tim yang saya banggakan, yang mau saling belajar dari satu sama lain. Belajar. Karena setiap selesai satu tugas dilakukan saya dihadapkan dengan tugas lain. Belajar. Karena setiap satu tugas diselesaikan saya belum berhenti mengambil pelajaran dan manfaatnya sampai entah kapan.

Ternyata BELAJAR sungguh menyenangkan bagi saya. Belajar membuat penelitian melalui skripsi. Belajar mengabdikan diri pada sebuah tanggungjawab pekerjaan melalui magang. Kemudian saya belajar tentang CINTA melalui puluhan cerita cinta, yang nyata maupun fiksi. Cinta dalam hal ini cinta antara laki-laki dan perempuan. Setahun belakangan ini pikiran saya jungkir balik menelaah banyak sekali cerita cinta luar biasa yang benar-benar terjadi. Baik yang saya dengar dari orang-orang di sekitar saya maupun yang saya saksikan langsung. Cinta membuat saya jatuh hati padanya, pada cinta. Do you have a feeling I’m gonna right my own love story here? Well I hope you don’t, cause I’m not. Ini tentang kekaguman saya pada cerita cinta. Semua cerita cinta itu membuka mata dan hati saya lebih lebar tentang cinta dan nilai-nilai kehidupan. Semua itu membuat saya jatuh cinta pada cerita cinta. Love Story, not a Fairy Tale with the “happily-forever-after ending” after a wedding or a birth. Love Story, not just a relationship between man and woman in lovey-dovey. It’s Love Story with all ups and downs where you can feel LOVE really exists there, even you’re just an outsider and not involved in it.

Kekaguman saya ini mendorong saya mencari tahu lebih banyak cerita cinta. Kemudian saya mulai membaca beberapa cerita cinta, termasuk yang fiksi. Cerita cinta yang fiksi ternyata menarik bagi saya. Meskipun yang cliche sangat banyak, tetapi tak jarang yang realistis dan logis. Then I found a great one. Seorang penulis merangkai sebuah cerita fiksi yang mengajarkan banyak hal tentang cinta dan nilai kehidupan. Saya berkesempatan memberi komentar pada setiap chapter yang ditulisnya. Penulis ini pun bisa memberi komentar pula atas tanggapan saya. Feedback yang saling kami berikan tidak berhenti pada pembahasan cerita yang ditulisnya saja. Pembicaraan meluas sampai nilai kehidupan dan cinta dalam realita hidup yang sebenarnya. Sekali lagi saya BELAJAR. Saya belajar dari cerita cinta. Saya juga belajar dari penulis ini, yang sampai sekarang belum saya kenal secara personal.

She doesn’t reveal her real identity so do I. The only real fact I know is she speaks Tagalog but she made a really GREAT Love Story, in English. It hasn’t finished yet but I think she’ll update its last chapter on July 23rd which makes me really happy. Like I said, it is a fiction but there are sooo many lessons I can swallow from the story itself and also her notes. Her writings make me realize some more, that Love is about giving, not getting. Love is always exists, but falling in love gonna happen when it's supposed to happen and we better get prepared. Love is not always words you utter, but it is always what you can feel even in silence. Love somehow comes in a rush, but embrace every moment you feel in love and no need to rush to make the love between lovers grow stronger. Because Lover and Love itself needs time to be whole. And to be whole, Lovers need bunch of self control. Love is beyond reason or logic but somehow you know you need it, you know it exists, and you know it grows stronger. And in Love.. resistance is futile..

Itu semua bukan kutipan yang saya ambil dari cerita si penulis, tapi pelajaran yang dihantarkannya dengan manis dan penuh cinta ke dalam benak saya. Lihat.. Saya belajar lagi. Terus belajar sampai entah kapan. Terus belajar dari semua sisi kehidupan yang bisa diambil pelajarannya. Refleksi dari proses belajar yang saya lakukan, ya.. Liza yang Anda tahu saat ini. Saya merangkum titik-titik penting dalam proses belajar saya setahun belakangan, dalam tulisan ini.

July 23rd 2011 saya rayakan penuh rasa syukur dengan menjadikannya sebagai pijakan untuk melompat lebih tinggi ke titik-titik proses belajar saya selanjutnya.

Terimakasih sudah bersama saya mencapai titik ini. Semoga Anda telah, masih, dan sedang belajar juga. Selamat Belajar...


23.07.2011 3:28 PM

Tuesday, July 5, 2011

dear bestfriends..

each second Allah blessed me to live gives me many new perspectives of life and its value. Alhamdulillah, Allah also blessed me with amazing people around. like you..
tough day would be just a tough day without you guys. but we embraced in energy and much effort to do the best and it turns out to be wonderful day. no wonder someday we'll reach the top in wonderful way too..

Sunday, May 29, 2011

Kissing Tears

sometimes tears bring another pain for you or someone who sees
but just let it fall
somehow you need to release the pain that's been wrecking your heart and soul
you may hide it, but don't try to fight it..
because one day resistance is futile..

Friday, January 28, 2011

Stronger

Stronger

by Anggun

Want to break me down

Want to tear me up

Want to scream and shout

Well you can try


Want to let me down

Want to leave me out

Want to push me ’round

Go a head and try


Want to show your pride

Want to push me out

Want to break it up


No matter how hard no I won’t ache

No matter how far this I will take

No matter how long no I won’t break

‘Cause you’d only make me stronger


Want to shut me up

Want to pull me down

Want to scratch me off

Go a head and try


Want to knock me out

Want to put me down

Wan to kick me out

Yes you can try


Want to scream out loud

Want to give me up

Want to burn this down


No matter how hard no I won’t ache

No matter how far this I will take

No matter how long no I won’t break

‘Cause you’d only make me stronger



note for you guys who underestimate, deride, and push me down

thanks for your time and energy, and for making me stronger than ever and absolutely brighter than you

but those guys who do anything to support me, they strengthen me up the most

coz no matter how long i won't break

and no matter how far they'll stay with me

that's why i tell them about this post

so they know it too, that anyone who let them go down, only make them stronger

but i'll stand up to support them

Sunday, December 12, 2010

Dalam Malam

sebagian malam-malamku adalah pelarian dari keresahan pagi. aku menyandarkan lelah pada keramahan gelap. menuangkan gelisah pada kawan, atau sekedar pada layar yang berpendar. memberontakkan ide pada siapapun yang menyiratkan kesediaan menampungnya. meskipun lewat heningnya malam pula, aku merealisasikannya sendiri lewat kata-kata. meluncur puluhan hingga ratusan karakter, terkumpul menjadi puluhan baris frase yang menjembatani pergantian hari. melegakan rasa, melapangkan harapan, mewujudkan karya.. agar paginya keresahan kembali ada, mendesak jiwaku mencari, mendorong ragaku menggapai..

Wednesday, October 27, 2010

Sparkling Dots

i wonder how it will be like to float on the air. see amazing things on earth from the sky. really. i mean it. i really wanna float on the air, on bright and warm morning. sneaking around the clouds. Sneezing, because of a feather. a bird has left it somewhere between those clouds. one of flying creatures with wings and feathers. gifted. humanbeings don't. that's why i wanna float, not fly. ah. scratch that.

i can see millions colourful dots. if i zoom in one of the dots,i will see a large view. then i pick a yellow dot. it's a great day at amusement park. kids, laughs, hot dog, coke, lollipops, balloons, musics and wow.. giant rollercoaster.. and so i hear people screaming. and a block from it, a huge fountain is built as the center of the park. outstanding, fearless and static. but i watch how dynamic the water moving out, and going down hiding in the pumb. then moving out again freshly. really fresh so i want to touch it. but i didn't pay for a ticket, and i'm still floating, so let's zoom the dot out.

wind blows me.. and i'm so happy moving soooo fast then bouncing on another air pressure. it stops me and let me watch a orange dots next to the blue shadow. zoom in. and i see an endless coastline with soft sand and bunch of abandoned seashells. sunset view is waiting to engage with the ocean. a girl walks alone along the line, leaving her happy bestfriends collecting shells. she plays with the wave and jump a little. she turns around and takes some pictures of her happy besties. she sits on the sand enjoying the pictures. orange sunset view is on her bright eyes. i need to leave her with those loveable things. so i zoom it out.

now i'm interested to watch the city night life from above. tiny sparkling dots just like the stars looked like. i think. they just so interest me a lot. i press zoom in button to a dot. i see colorful city lights that reflect on rain puddles on street. and a blue shining fast car splash them. a guy with black suites is on his way driving his girlfriend home. he teases her along the way, and she looks doesn't like it. but i can see her smile, a second but sweet. as sweet as her white blazer and a blink-blink hairpin. it's hard for me to zoom out and leave them.. i really don't want to zoom it out. but i want to get out from this wonderland. cause now i'm smiling.. just a second and i feel it so sweet, and i feel butterflies is floating in my stomach..


20.10.2010 11 am - 21.20.2010 1 pm

Sunday, June 27, 2010

midnight post

i love the way you live your life and how you deal with it.
you put dedication above impatience.
and i know you're such a breakthrough..

Friday, June 25, 2010

Berhenti Sejenak Lalu Mundur




Pada post yang lalu saya nulis tentang semester lalu yang penuh dinamika. *riuh rendah penonton bersorak. Wiii.. Betul deh sangat terasa naik-turunnya hidup di semester itu. Dan ada satu matakuliah yang bikin kuliah sangat sangat hidup. Seminar PIO. Kuliah ini berasa hidup karena dosennya yang sangat berdedikasi menurut saya. Enggak cuma ilmu dan teori melulu, tapi beliau membuka mata kita mahasiswanya untuk melihat bahwa di kehidupan itu kita harus realistis, enggak modal teori aja. Kita harus fleksibel menerapkan ilmu kita. Kemudian beliau mengucapkan beberapa hal yang membuat saya merenung beberapa saat selama kuliah, bahkan setelah pulang, dan sampai saat ini. Kurang lebih beliau menyampaikan ini:

Begitu kita diterima kerja, di HRD khususnya, kadang kita tidak bisa langsung melangkah maju-maju-dan maju, untuk melakukan perubahan di awal. Terkadang kita harus berdiri di satu titik statis untuk melakukan tugas yang ada. Atau kita harus mundur satu langkah, bahkan beberapa langkah ke belakang, untuk menyelesaikan dan memperbaiki hal-hal yang ditinggalkan orang-orang sebelumnya. Begitu pula di hidup ini."

Deg. Sampai kata-kata ”begitu pula di hidup ini”, saya langsung merenung. Pertama, hebat Bu Ary (dosen saya) ini, beliau betul-betul bisa lho mengkaitkan falsafah hidup dengan teori dan praktek PIO. Di beberapa materi kuliah juga gitu. Salut banget. Kedua, bener banget. Di kerjaan nanti, apapun bidangnya, dan terutama di hidup ini kita enggak selamanya bisa terus melangkah maju dan maju. Kadang, di suatu waktu dan titik tertentu kita harus berhenti, sejenak. Untuk melihat ke belakang apa yang telah kita lakukan, atau melihat ke depan tentang apa yang bisa dan akan kita lakukan. Dan di waktu lain kita harus mundur untuk memperbaiki kesalahan atau menyelesaikan persoalan yang belum selesai.

Nah. Setelah saya pikir lagi, menurut saya “langkah mundur” itu sendiri adalah batu pijakan yang paling nyaman untuk melenting jauh ke depan, bukan hanya selangkah. Karena dengan mundur untuk memperbaiki dan menyelesaikan masalah, artinya kita sudah mengoreksi diri. Menurut saya itu sebuah kesediaan yang hebat. Apalagi hingga merasa perlu untuk memperbaiki. Dengan memperbaiki diri, kita menyediakan diri untuk mengurangi dan menambah sikap serta sifat.



Itulah yang saya lakukan akhir-akhir ini. Sejak tiga hari yang lalu sampai kemarin, saya tidak ada rutinitas yang berarti (produktif) karena libur kuliah. Cuma rutinitas rumah biasa. Kemudian menatap layar kotak bersinar di depan saya yaitu monitor komputer untuk berselancar di dunia maya, membaca dan menulis beberapa hal yang saya rasa tidak produktif. Secara teknis produktif karena saya menulis, tapi hanya hal-hal kecil jadi saya anggap kurang.

Jadi saya memutuskan melihat apa yang telah saya lakukan di waktu sebelumnya. Enam bulan sebelumnya, ya semester yang baru saja berlalu. Hingga saya menyadari betapa kerennya enam bulan kemarin. Hingga saya buat blog post tentangnya. Lalu saya melihat agak jauh ke belakang lagi. Tepatnya semasa saya SMA. Saya suka dan sering menulis. Banyak hal. Jadi saya memutuskan membuka jurnal kecil saya. Sangat kecil karena bentuknya dan jumlah tulisannya. Dan menemukan potongan tulisan masih berhubungan dengan “mundur” :D


241206 – 20.25
Haruskah ak mundur perlahan
Agar tiada yang tahu apa yang bisa tampak dariku itu
Atau aku mesti terdiam
Agar semua tampak adanya
Haruskah aku maju tanpa getar
Menghadapi getir


Dan inilah yang saya dapat setelah mundur sehingga menemukan tulisan itu. Saya jadi sadar, kapanpun manusia pasti merasa perlu untuk berhenti atau mundur sejenak. Setidaknya terbukti dulu waktu saya SMA saya nulis itu. Hmm. Subjektif memang. Lalu apa jadinya jika saya tidak mundur dan membuka jurnal kecil saya. Saya tidak akan mengalami ini.

Saya menyadari (lagi) bahwa saya sangat suka membaca dan menulis. Bukan pelajaran anak SD lho ya. Tapi menulis untuk mengungkapkan pikiran. Dan saya juga baru sadar. Saya hampir tidak pernah dengan sengaja membagikan tulisan-tulisan saya untuk orang lain. Jika teman-teman membacanya itu karena rasa penasaran mereka melihat kertas-kertas penuh huruf jelek saya yang saya bawa-bawa. Dan disinilah saya sekarang. Menyadarinya lagi untuk kesekian kali. Bahwa saya harus terus menulis, dan mulai membagikannya pada orang lain.

Semua itu saya sadari karena saya berhenti sejenak dan mundur..

Tuesday, June 22, 2010

january to june 2010

hey guys. I’m now listening PWG’s fyi. and writing this cause I’m in a good mood to tell my little stories of these past 6 months. I’m doing many great things this semester. it’s hard though.

lectures, papers, reports, stupid-silly things, hang outs, having quality time with my bestfriends-besties-bestsisters-bestgirls-bestangels-of the best-PSYCHOANGELS, having quality time with FAMILY on laughs, cries and gratitude, have meetings, thinking thoughts and fun things with my new family brothers-sisters of FMPPIO, free my self from people and daily life, enjoy freedom or boredom on my own, till doing nothing.

focus on many things, less focus on others. put this and that as priority and put some on the bottom of the list. mark things to reminds, forget the rest (with intention sometimes), skip this n those, being so productive and passionate in this, while so unproductive and don’t know what to do on that, doing the right and get rewards or doing silly things and get ashamed, blamed, or else.

well, I can’t write it all down for you, it’ll take weeks to tell the whole stories. but I’ll show you these 6 months I’ve been through. I captured some. and I claim it’s my best semester *doing many things in short time.

hangouts with highschool besties, i took their picture, oh miss you girls..



and ask friends do these scenes





have a long trip bekasi-jogja



work with this best team of FMP PIO



work with this best new generation of it



waiting people for meeting


(left-right : galuh, vivia, mas wawan, mas yayan, dini)

andddd....
have these twins t-shirts with psychoAngels... love it.





go to the beach with family, buy fish, capture happiness and refresh..





and invent this great invention (wtf) pocari-sands !!!!


cuddling, boxing, jumping, kissing, joking, singing nipokori, laughing and having so much fun with this little smart-ass boy



find this and have a little flash back of november 13th 2005


boring library time with aiu


prepare these


to make this yummy fruit salad based on mbak dhani’s recipee *thanks Ibu for adding milo


bored, waiting for the rain for almost an hour because my raincoat incompatible with my long skirt.. well it was on the way home after my final exam


cheerful


becoming a weirdo, or overact, whatever..


crazy enough doing such things


rock on


a little bit of self capture addicted


again..


or too much..



wow. unbelievable I’ve done it all. I felt many things. thanksss Allah for giving me chances, power, direction and people who love and support me, always and always..

Monday, June 21, 2010

random. oh my.

i love this guy, umm actually his music, blog and tweets and many more. maybe his glassess too.
why? because he is..

http://rediscoveringatlantis.blogspot.com/


well, i didnt notice you're a rockstar or whatsoever in those words on your posts. but yes you are in real life. can i have one like you but not a rockstar?

let me know..

Thursday, April 22, 2010

080605 20.38

Perjuangan pada setiap ujung jari
Pada setiap sudut hari
Pada tepian batas hati
Belum patut diakhiri detik ini
Peluh-peluh yang begulir harus berarti
Bukan demi sebuah kehormatan
Tapi demi pelajari setambuk kebijaksanaan

“Orang yang berhasil adalah orang yang bermimpi.
Dan saat mereka bangun, mereka berlari dengan kaki, mengejar!
Dan mereka gunakan tangan mereka untuk menggapai mimpi itu..”

Pengorbanan dilakukan
Peluh..Luka..Rintih..
Dan kemudian
Haru..Tawa..Bangga..
Menggema pada tiap relung hati

Sahabat telah berjuang bersama
Sahabat pun raih gemintang bersama
Sahabat kini tak menyatu karena jarak
Namun sahabat mendekap dengan hati

Kami salutkan atas kalian
Persahabatan, cinta, kepatuhan, perjuangan, pengorbanan, dan keberhasilan pada klimaksnya
Kami hanya jiwa-jiwa baru yang hadir diantara kalian
Untuk sekedar mencari teladan
Dari kalian…


20.38/080605



( ditulis setelah liat kekompakan dan perjuangan kakak-kakak kelas delayota class of 2005 menghadapi ujian nasional dan lulus ^-^v )